Abrasi di Pantura Kabupaten Tegal Ancam Jalan Nasional

SLAWI, smpantura – Gelombang air laut Pantai Utara (Pantura) Laut Jawa di wilayah Kabupaten Tegal, mengancam jalan nasional. Pasalnya, gelombang laut khususnya di wilayah Suradadi, telah mengikis daratan atau abrasi cukup parah. Hingga kini, jarak jalan nasional dengan bibir pantai tersisa sekitar 200 meter.

Pantauan di lapangan, wilayah Suradadi agaknya paling parah terjadinya abrasi. Tidak hanya lahan untuk pertanian, tapi juga telah mengakibatkan sejumlah bangunan terkena abrasi. Bahkan, Kantor Polsek Suradadi hanya berjarak kurang dari 20 meter dari bibir pantai.

Selain itu, di rest area sebelah barat RSUD Suradadi juga sudah terlihat bibir pantai dari jalan nasional Jakarta-Surabaya. Tak hanya itu, anjungan obyek wisata Pantai Purwahamha Indah (Purin) juga ambruk akibat hantaman ombak Laut Jawa.

“Tiap gelombang tinggi, pasti terjadi abrasi. Di rest area Suradadi ada lahan warga yang ditanami juga sudah kena abrasi. Kurang lebih tinggal 200 meter dari jalan pantura,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun SH yang tinggal di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi saat ditemui Jumat (9/12).

BACA JUGA :  Milad ke-18, SMP IT Luqman Al Hakim Slawi Gelar Parenting Akbar

Ia mengatakan, ambrasi terus terjadi tiap tahun. Jika gelombang tinggi, air laut nyaris menyentuh jalan pantura. Beruntung, di sebelah utara banyak bangunan pabrik yang menghambat laju ombak. Terparah di obyek wisata Purin, dimana anjungan yang biasanya untuk aktivitas wisata ambruk akibat hantaman ombak. Fasilitas lainnya di obyek wisata tersebut juga terkena abrasi.

“Harus ada penanganan serius, baik jangka panjang dan jangka pendek,” ujar politisi PKS itu.

Ditambahkan, penanganan jangka panjang yakni dilakukan dengan penanaman pohon mangrove di sepanjang pantai. Tidak hanya sebatas penanaman, tapi juga pemeliharaan hingga benar-benar berhasil. Selain bisa mengatasi abrasi, mangrove juga bisa jadi daya tarik tersendiri bagi wisata pantai. Bakhrun juga menyarankan untuk dilakukan penangannan jangka pendek dengan pembangunan breakwater di titik-titik yang parah terjadinya abrasi.

“Kami berharap agar pemerintah menfasilitasi untuk penanaman mangrove. Saya yakin masyarakat juga bersedia untuk menanam di bibir pantai,” pungkasnya. (T05-Red)

Scroll to top
error: