Abu Erupsi Anak Krakatau Belum Mengarah ke Jateng, Warga Diminta Tetap Tenang

SEMARANG, smpantura – Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga saat ini belum terdeteksi mencapai wilayah Jawa Tengah. Pemantauan di lapangan serta uji paper test yang di lakukan di sejumlah daerah, seperti Semarang, Tegal, dan Cilacap, menunjukkan hasil negatif.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Kepastian itu di sampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setelah melakukan asesmen bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 35 kabupaten/kota. Pemantauan di lakukan terutama di wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat, mulai Cilacap, Kebumen, Purworejo, Brebes, Tegal, Banyumas, hingga wilayah lain di Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, hasil asesmen menunjukkan belum ada dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu kehidupan masyarakat di Jawa Tengah.

BACA JUGA :  576 Camat Se-Jateng Berkomitmen Percepat Kecamatan Berdaya

“Ada informasi simpang siur terkait dampak langsung abu letusan GAK kepada masyarakat Jawa Tengah. Untuk menjelaskan isu-isu itu, harus di dukung dengan data. Setelah kita cek di beberapa wilayah, hal yang mengganggu aktivitas kehidupan penghidupan masyarakat belum terjadi,” ujar Bergas saat konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pemerintah tetap menempatkan kewaspadaan sebagai prioritas. BPBD di seluruh Jawa Tengah telah di minta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dampak debu. Baik yang berasal dari aktivitas vulkanik maupun kondisi musim kemarau.