SEMARANG, smpantura – Setetes darah yang di berikan secara sukarela menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama. Sebanyak 2.348 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah mendapat penghargaan atas konsistensi mereka membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut di berikan kepada 1.742 pendonor yang telah 50 kali mendonorkan darah dan 605 pendonor yang telah mencapai 75 kali donor, dalam acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, donor darah bukan sekadar aksi sosial. Tetapi juga bentuk amal yang manfaatnya langsung di rasakan oleh orang lain. Terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang di berikan dengan tulus,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, konsistensi para pendonor menunjukkan kuatnya nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Darah yang mereka sumbangkan tidak hanya membantu pasien, tetapi juga memberikan harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan transfusi.
Luthfi berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menular kepada masyarakat lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang telah puluhan kali secara konsisten menyumbangkan darahnya.
Ada pula kisah pendonor yang telah lebih dari empat dekade menjaga komitmen kemanusiaannya.
Luthfi menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang mengaku telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, tidak seluruh riwayat donor tersebut tercatat dalam sistem pendataan.



