Banjir, Bupati Tegal Minta Gubernur Untuk Normalisasi Sungai

SLAWI, smpantura – Bupati Tegal, Hj Umi Azizah meminta Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menormalisasi sejumlah sungai di Kabupaten Tegal. Pendangkalan sungai disinyalir menjadi penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal.

Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Rabu (4/1) kemarin dan berlanjut sampai malam hari, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tegal tergenang banjir. Wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Tegal yaitu Kecamatan Adiwerna, Kecamatan Balapulang, Kecamatan Lebaksiu, Kecamatan Slawi, dan Kecamatan Warureja. Kondisi terparah di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi.

Bahkan, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Ini bisa disebut sebagai wilayah langganan banjir karena setiap tahun hampir terjadi peristiwa yang sama. Ketinggian air bervariasi bergantung kondisi jalan dan kontur tanahnya. Namun ketinggian air diatas mata kaki dan sebatas pinggang orang dewasa, atau kisaran 30 cm sampai 1 meter.

Semakin masuk ke dalam desa, maka genangan air banjir semakin tinggi bahkan kendaraan tidak bisa melintas. Kendaraan yang nekat menerjang air banjir seperti sepeda motor, maka di tengah-tengah mogok sehingga pengendara terpaksa mendorong kendaraannya. Beberapa warga ada yang inisiatif mendorong kendaraannya dahulu, sampai di titik yang tidak ada air banjir.

Mobil dinas Polsek Suradadi yang datang ke lokasi untuk memantau kondisi, akhirnya diperbantukan untuk menolong warga yang hendak menuju rumah atau sekolah. Karena kondisi jalan yang tergenang air banjir di beberapa titik masih bisa dilalui mobil, maka kendaraan Polsek Suradadi digunakan untuk mengantar warga sampai ke tempat tujuan. Sementara untuk lokasi yang terdampak banjir paling parah yaitu di RT 11, RT 12 dan RT 13, Desa Sidaharja.

“Banjir hari ini (Kamis-red) penyebabnya intensitas hujan tinggi dari sore hingga pagi hari. Di beberapa titik sudah mulai surat, dan titik-titik ini rutin tiap tahun banjir,” kata Umi Azizah saat cek lokasi banjir di Desa Sidaharja.

BACA JUGA :  Aksi Damai Pemilu 2024, Puluhan Mahasiswa Serukan Stop Berita Hoax

Bupati berupaya untuk mengatasi banjir tersebut dengan mengusulkan normalisasi sejumlah sungai yang kerap meluap, diantaranya Sungai Cacaban yang berada di wilayah Suradadi, Sungai Rambut dan Sungai Pekijingan di Kecamatan Warureja. Normalisasi seharusnya dilakukan dari hulu ke hilir. Namun demikian, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Pemprov Jateng.

“Saya secara langsung menyampaikan ke Gubernur untuk normalisasi sungai-sungai di Kabupaten Tegal. Mudah-mudahan bisa segera direalisasi,” harapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang terdampak banjir, Kosim, mengungkapkan daerahnya sudah menjadi langganan banjir terutama jika intensitas hujan tinggi dan dalam jangka waktu lama.

“Air mulai menggenangi jalan desa dan area rumah saya sejak pukul 05.00. Banjirnya ya karena kiriman dari lauapan sungai Cacaban. Intinya jika hujan dari wilayah hulu (Kidul) pasti disini banjir,” ungkap Kosim.

Kosim menyebut, kondisi banjir bukan sekali atau dua kali yang ia alami, melainkan sudah sering terjadi bahkan hampir setiap tahun. Tapi, kondisi banjir yang terjadi masih tergolong sedang dan belum yang terlalu parah.

“Disini sudah langganan, jadi ya tidak terhitung sudah berapa kali. Namun kondisinya belum yang terlalu parah, masih sedang, karena jika parah seperti tahun lalu, air bisa sampai masuk ke rumah dan semua sawah tergenang. Kalau ini kan beberapa sawah masih aman, yang di dekat rel kereta juga tidak kena air banjir,” ujarnya.

Adapun sampai pukul 10.15, air banjir masih menggenangi jalur utama Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dengan ketinggian air masih sama yaitu 30 cm sampai 1 meter.

Sementara bantuan berupa nasi bungkus, sudah mulai ada yang membagikan baik warga ataupun anggota DPRD setempat. (T05-Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Scroll to top
error: