Brebes Sabet Penghargaan Program ICARE Pertanian

BREBES, smpantura – Pemkab Brebes berhasil menyabet penghargaan atas dukungannya terhadap Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Kementerian Pertanian RI. Penghargaan ini diserahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin, di Sultan Hotel dan Residence, Jl. Gatot Subroto, Gelora, Jakarta Pusat, Jumat (16/12) malam.

Penghargaan diberikan berbarengan dengan launching Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI.

Pj Bupati Brebes, Urip Sihabudin mengaku, bangga dan bersyukur serta berterima kasih kepada petani Brebes. “Ini penghargaan yang sesungguhnya buat masyarakat Brebes yang dengan gigih bergelut dalam bidang pertanian. Sebagai wong tani patut bangga karena pemerintah semakin memperhatikan pertanian Brebes,” ucapnya usai menerima penghargaan.

Dia mengatakan, Pemkab Brebes berkomitmen dan mendukung penuh program pengembangan kawasan pertanian terstandar-ICARE tahun 2022-2027. Hal ini diwujudkan dengan dengan mengembangkan komoditas Pisang integrasi dengan Padi di Kecamatan Losari dengan target luasan 1000 hektar. “Di sini, ada pertanian yang berstandar nasional mulai dari hulu sampai hilir,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menjelaskan, dalam kesempatan itu dilaksanakan juga penandatanganan MoU antara Pj Bupati dengan Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP). MoU tersebut terkait berbentuk pola integrasi antara pisang dengan padi yang dilaksanakan selama lima tahun, dari 2023 sampai 2027. Di Kecamatan Losari sudah ada budidaya Pisang seluas 200 hektar. Dalam lima tahun ke depan diharapkan tercapai 1000 hektar yang dikelola dari hulu hingga hilir dengan pengelolaan sesuai standar nasional.

BACA JUGA :  Pengairan Ratusan Hektare Sawah di Brebes Mengandalkan Bendung Darurat

“Pengelolaan dari hulu hingga hilir ini, meliputi penataan dari kelembagaan pertanian, peningkatan SDM Pertanian, budidaya, pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, program yang berlokasi di Kecamatan Losari itu diharapkan menjadi titik tolak kegiatan ICARE secara nyata, dan mendapatkan dukungan pemerintah provinsi serta Kementerian Pertanian. Dengan terlaksananya kegiatan ICARE, pengelolaan kawasan dan rantai komoditas pertanian yang berkelanjutan dan inklusif di lokasi terpilih diharapkan dapat tercapai.

“Tujuan akhir program ini, untuk meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, PAD, serta memberikan kontribusi peningkatan perekonomian nasional,” pungkasnya. (T07)

Scroll to top
error: