Batang  

Cegah Budaya Lokal Punah, Dolanan Anak Tradisional Dimasukan Kurikulum SD

SOSIALISASI KURIKULUM: Kepala Disdikbut Batang Bambang Suryantoro (kedua kiri), memberikan sambutan saat Sosialisasi Kurikulum Pembelajaran Ekstrakurikuler Dolanan Anak di SD Negeri Kasepuhan 3 Kabupaten Batang, Rabu (17/6).

BATANG, smpantura – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang menggagas program inovatif bertajuk ” Ketan Budaya” (Kolaborasi Pelestarian Budaya) sebagai upaya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran Sekolah Dasar (SD). Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Nurlaili Endahwati mengatakan, Ketan Budaya di ambil karena di era sekarang terjadi penurunan pemahaman dan minat pelajar terhadap budaya lokal khususnya di Kabupaten Batang.

”Untuk itu, kami perlu mengintegrasikan pelestarian budaya ke dalam kurikulum pendidikan SD. Agar budaya lokal kita tidak punah,” ujarnya saat kegiatan Sosialisasi Kurikulum Pembelajaran Ekstrakurikuler Dolanan Anak di SD Negeri Kasepuhan 3, Kabupaten Batang, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan Ketan Budaya akan memperkenalkan berbagai bentuk dolanan anak. Yang nantinya akan di masukkan ke dalam kurikulum pembelajaran SD.

Sebelumnya sudah sepakati bersama ada 10 macam dolanan anak yang nanti akan kita berikan kepada anak-anak. Yaitu Congklak, Seprengan, Sudamanda, Yoyo, Egrang, Owal-Awil, Gobak Sodor, Bekelan, Nekeran dan Beber/DAM DAS. Nurlaili Endahwati berharap, kegiatan ini bisa di implementasikan segera kepada peserta didik untuk pembinaan karakter anak-anak Sekolah Dasar.

BACA JUGA :  Masih Ada Gizi Buruk, Program MBG Diminta Tepat Sasaran

”Kemarin kita juga sudah monitoring ke SDIT Permata Hati Batang yang sudah membuat kegiatan classmeeting lomba permainan tradisional. Dan Alhamdulillah berjalan tanpa halangan apapun. Nantinya pada 6 Juli 2026 akan di adakan Launching dan Festival Dolanan Anak Tingkat Kabupaten Batang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Bambang Suryantoro berharap dengan adanya Ketan Budaya Dolanan Anak dapat merubah kebiasaan anak-anak. Dari yang sekarang lebih sering bermain gadget berubah menjadi melakukan sosialisasi dengan teman-temannya.