BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini di ambil demi menyembuhkan “penyakit” tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran yaitu menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengungkapkan, tingginya angka SILPA selama ini di picu oleh pola kerja yang tidak merata. Banyak program fisik baru di kebut saat tahun anggaran sudah hampir menutup buku.
”Demi memutus rantai tersebut, kami memastikan Pemkab Batang akan membagi jadwal eksekusi proyek secara proporsional sejak awal tahun. Kita mulai membagi proyek dari kuartal pertama, kuartal kedua, kuartal ketiga, sampai kuartal keempat. Tidak boleh lagi menumpuk di belakang,” ujarnya, Kamis (16/7).
Faiz menjelaskan, melalui strategi baru ini, roda pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di targetkan sudah mulai berputar sejak Januari. Tidak hanya sekadar membagi waktu kerja, Pemkab Batang juga bakal menggalakkan sistem lelang dini. Langkah taktis ini di ambil untuk mengantisipasi potensi keterlambatan proyek yang sering kali merugikan masyarakat.
”Perubahan pola belanja ini di yakini membawa efek domino yang positif. Selain membuat penyerapan APBD menjadi lebih efektif dan efisien, aktivitas ekonomi hilir di masyarakat juga di harapkan bisa langsung bergairah sejak kuartal pertama,” jelasnya.
Ditambahkan, pola baru ini dipersiapkan matang sebagai fondasi utama tata kelola keuangan Pemkab Batang menyongsong tahun anggaran 2027. Faiz juga berharap, persiapan yang matang di akhir tahun ini bisa menjadi kunci sukses penyerapan anggaran yang optimal di tahun depan.



