Menurut Budi, nilai-nilai tersebut merupakan akar budaya bangsa yang harus terus ditanamkan melalui pendidikan kepramukaan.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Kwarnas, bahwa metode pembinaan di era digital harus fleksibel. Asalkan tujuannya satu, membentuk anak Indonesia yang cinta tanah air, menghormati sesama, serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Setitik bakti jauh lebih bermakna daripada sejuta kata,” tambahnya.
Ketua Kwarcab Tegal yang baru di lantik, Nilna Almuna Ischak, menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah prosesi seremonial semata. Menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan pola interaksi sosial anak muda, ia berkomitmen membawa Kwarcab Tegal sebagai organisasi yang solutif.
Nilna juga mengajak seluruh pengurus untuk meluruskan niat dalam berkhidmat. “Kita sudah di lantik di niati berkhidmat, pengabdian. Dados mboten nggerundel jeroning ati (jadi tidak mengeluh di dalam hati). Mangke saged dados pahala,” ucap Nilna dengan bahasa yang menyentuh.
Ia memastikan program Pramuka ke depan akan selaras dengan visi Pemkab Tegal. Mulai dari pembentukan SDM unggul, aksi sosial Pramuka Peduli (Pramuli), hingga penguatan literasi digital.
Bupati Tegal sekaligus Ketua Mabicab, Ischak Maulana Rohman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kwarda Jateng. Ia menegaskan dukungan penuh jajaran Pemkab Tegal terhadap kemajuan Pramuka.
Hal ini di buktikan dengan masuknya Sekda sebagai Sekretaris Mabicab, serta jajaran Forkopimda dan Kepala OPD sebagai Wakil Ketua dan Anggota Mabicab. Ischak berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program pembinaan yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Dengan tanpa meninggalkan jati diri Gerakan Pramuka yang berlandaskan Tri Satya dan Dasa Darma.



