BREBES, smpantura – Sisa bangunan tua Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang sebelumnya runtuh hingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, akhirnya dibongkar, Jumat, 11 September 2026.
Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat. Bagian yang dibongkar merupakan sisa bangunan yang masih berdiri dan menghadap ke jalan serta permukiman warga. Puluhan warga menyaksikan proses pembongkaran tersebut.
Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan pembongkaran dilakukan untuk mengamankan lokasi. Masih terdapat bagian bangunan yang dinilai berpotensi membahayakan warga.
“Pembongkaran ini dilakukan untuk mengamankan lokasi. Masih ada bagian bangunan yang membahayakan, terutama karena posisinya berdekatan dengan jalan dan permukiman warga,” kata Sri.
Menurut Tanti, alat berat yang digunakan untuk membongkar sisa bangunan tersebut didatangkan dari Andalan Beton.
Gedung Hogwan sendiri merupakan bangunan tua yang dikenal warga sebagai bekas pabrik tapioka. Keberadaannya menjadi salah satu jejak aktivitas industri masa lalu di wilayah Bumiayu.
Salah seorang warga, Supriyanto, yang menyaksikan pembongkaran mengaku ada rasa kehilangan. Menurutnya, bangunan tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah Bumiayu.
“Memang ada rasa kehilangan karena ini bagian dari sejarah Bumiayu. Tapi kalau kondisinya sudah membahayakan, saya kira pembongkaran ini memang harus dilakukan,” ujarnya.
Bagian depan Gedung Hogwan ambruk pada 30 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan yang roboh menimpa rumah warga di sekitar lokasi hingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.



