Pemprov Jateng, lanjut Luthfi, terus memberikan dukungan melalui pendampingan dan pembinaan UMKM. Dukungan pembiayaan juga di berikan melalui Bank Jateng dengan kredit berbunga rendah agar pelaku usaha memiliki ruang untuk mengembangkan kapasitas produksinya.
Penguatan
Namun, penguatan UMKM tidak cukup hanya di lakukan pemerintah. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di perlukan untuk membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
Salah satunya melalui Lumbung Karya Indonesia yang mengkurasi, mendampingi, dan memberikan pembinaan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk.
“Saya mengapresiasi Lumbung Karya Indonesia. Karena merupakan salah satu kesempatan emas bagi seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menampilkan karya dan inovasi produk yang memiliki nilai tambah. Kalau bisa event seperti ini di lakukan setiap bulan,” kata Luthfi.
Potensi pengolahan pangan lokal tersebut terlihat dari salah satu penerima penghargaan Lumbung Karya Indonesia, Nirbaya Mocaf.
Produksi
UMKM yang di inisiasi Lapas Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap, itu mengolah singkong menjadi berbagai produk sekaligus melibatkan warga binaan dalam proses produksinya.
Singkong yang di peroleh dari Cilacap dan daerah sekitarnya di olah menjadi tepung mocaf. Tidak berhenti di sana, produk tersebut di kembangkan menjadi es krim.
Bahkan, kulit singkong juga di manfaatkan menjadi gula yang kemudian di olah menjadi kombucha, sementara ampas kulit singkong di manfaatkan sebagai pakan ayam petelur.
“Semua bahan singkong kami ambil dari wilayah Cilacap dan sekitarnya, termasuk dari kebun singkong yang di tanam sendiri oleh warga binaan. Kami membeli dengan harga sesuai yang di tetapkan pemerintah,” kata Kalapas Nirbaya Nusakambangan, Helmi Najih.



