BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (16/6). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
Peresmian program tersebut turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya BRIN, Kementerian terkait, PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, serta kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya. Selain budidaya padi biosalin, program ini juga mengembangkan sistem minapadi salin dengan budidaya ikan nila di kawasan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, Kabupaten Batang saat ini di kenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Yang di topang industrialisasi dan pengembangan kawasan strategis. Namun demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan persoalan masyarakat pesisir yang selama ini terdampak rob.
”Terdapat lebih dari 300 hektar lahan di dua kelurahan yang selama enam tahun terakhir tidak dapat di garap. Akibat genangan air laut dan tingginya kadar garam di tanah. Selama ini ada lahan lebih dari 300 hektar yang seperti tersimpan di dalam kotak Pandora. Karena belum ada solusi nyata bagi para petani. Hari ini saatnya kita mengembalikan harapan itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, peluncuran budidaya padi biosalin dan nila salin bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan simbol kebangkitan kawasan pesisir Batang yang selama ini kehilangan produktivitas akibat rob.



