HUT Ke-81 Jateng, Pesantren Makin Berdaya, Santri dan Pengasuh Dapat Akses Beasiswa

SEMARANG, smpantura – Ruang Muria di Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jawa Tengah tampak ramai pada Sabtu, 25 Juli 2026. Puluhan orang hadir dengan mengenakan busana bernuansa islami. Para laki-laki terlihat memakai sarung, baju putih panjang, dan peci, sedangkan para perempuan mengenakan kerudung, atasan putih, serta rok.

Di sudut-sudut ruangan itu, ada yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, ada yang membaca kitab kuning dan menjelaskan maknanya, ada yang menyampaikan gagasan mengenai wawasan kebangsaan, dan lainnya. Mereka sedang mengikuti seleksi wawancara beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang di gulikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Ya, di usianya yang ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, memberikan perhatian penuh kepada para santri dan pondok pesantren di wilayahnya. Beragam program di gulirkan untuk memberdayakan mereka. Mulai dari beasiswa santri dan pengasuh pesantren, tali asih (biasyaroh) untuk penghafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi: Mahasiswa adalah Aset Bangsa yang Wajib Berperan dalam Pembangunan Jawa Tengah

Program-program itu tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para warganya.

Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah pendaftar beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 mencapai 942 orang. Mereka terdiri dari pendaftar santri 702 orang dan pendaftar pengasuh 240 orang. Dari 942 orang pendaftar, yang di nyatakan lolos sebanyak 73 orang.

Mereka melakukan seleksi seleksi akademik dan wawancara. Dengan materi wawancara kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Quran, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan.