BATANG, smpantura – Potensi komoditas unggulan Kabupaten Batang, seperti kopi, teh, kentang, dan rempah-rempah, di nilai memiliki prospek besar untuk di kembangkan menjadi produk industri pedesaan bernilai tambah. Namun, hingga kini sebagian besar hasil pertanian masih di pasarkan dalam bentuk bahan mentah. Sehingga nilai ekonomi yang di terima petani belum optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) bekerja sama dengan BLKK Cakrawangsa Indonesia Mulia Foundation menyelenggarakan pelatihan ” Pengembangan Industri Pedesaan Berbasis Potensi Lokal Kabupaten Batang, Jawa Tengah”, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha dalam mengembangkan komoditas lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Dalam pelatihan tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Dr. Ir Sri Mulatsih, M.Sc. Agr memperkenalkan konsep hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian. Peserta di berikan pemahaman bahwa hilirisasi tidak hanya sebatas mengolah hasil panen menjadi produk jadi. Tetapi juga mencakup inovasi produk, peningkatan kualitas, pengemasan, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
”Melalui pendekatan tersebut, komoditas lokal di harapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai usaha industri pedesaan,” ujar Sri Mulatsih.
Permodalan
Ia juga menjelaskan pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan. Antara lain melalui pengelolaan keuangan yang baik, kelengkapan legalitas usaha, serta penyusunan rencana bisnis yang jelas. Dengan pemahaman tersebut, di harapkan petani dan pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Tetapi juga memiliki akses terhadap sumber permodalan untuk memperkuat dan mengembangkan usahanya.



