BATANG, smpantura – IPB University Bogor melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) Tahun 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Pendampingan tersebut resmi di mulai melalui Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di gedung PCNU Batang, Selasa pagi (4/8). Program ini bertujuan menjadikan tanah wakaf sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, konservasi lingkungan, sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat.
FGD di hadiri langsung oleh tim Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, yakni Prof. Dr. Ir. Muladno, M.S.A. (Guru Besar Ilmu Peternakan), Dr. Kaswanto, S.P., M.Si. (ahli arsitektur lanskap), Mohamad Shohibuddin (ahli wakaf agraria) dan Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, M.IP. (Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB).
Dari unsur swasta, hadir Syahrudi (Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia) dan Arimba (perwakilan Nestlé Batang). Sementara dari unsur pemerintahan, hadir Sekretaris Bapperida Kabupaten Batang Yanti Wahyuningsih, S.H., M.M., serta Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Batang Suroso, A.Ptnh., M.H.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Batang, KH. Muhammad Luthfi, berharap forum ini menghasilkan solusi strategis bagi kemaslahatan seluruh warga.
”Kita menyambut baik FGD yang di gelar ini. Kita berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat secara luas. Dimana tanah wakaf bisa di kelola untuk memberdayakan ekonomi warga, pusat pendidikan, konservasi lingkungan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pengelolaan
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, KH. Ahmad Munir Malik, menambahkan, tanah wakaf tersebut telah di deklarasikan pada 2019 untuk di kelola PCNU Batang bersama para petani demi kemaslahatan warga.



