TEGAL, smpantura – Suasana Posyandu di Kelurahan Margadana kini tak lagi sekadar penimbangan dan imunisasi.
Para kader mulai di bekali keterampilan baru, yakni pijat bayi, sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang balita sejak dini.
Melalui program Sentuhan Sehat, kader Posyandu mendapatkan pelatihan langsung yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik.
Mereka di ajak memahami bagaimana stimulasi sederhana seperti pijat bayi dapat membantu perkembangan motorik anak.
Pelatihan yang di gelar pada 4 Agustus 2026 itu berlangsung interaktif.
Kader mengikuti sesi materi, menyaksikan demonstrasi hingga mencoba langsung teknik pijat bayi dengan pendampingan tenaga ahli.
Ketua Tim Pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Tegal, Nilatul Izah, menyebut bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci agar kader lebih percaya diri saat kembali ke Posyandu.
“Harapannya, kader tidak hanya paham, tetapi juga mampu menerapkan dan menyampaikan kembali kepada orang tua balita,” ujar Nila.
Di Margadana, terdapat 12 Posyandu aktif yang melayani sekitar 672 balita.
Jumlah tersebut membuat peran kader menjadi sangat strategis dalam memantau sekaligus menstimulasi tumbuh kembang anak di tingkat masyarakat.
Karena itu, program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan pijat bayi.
Kader juga di bekali pemahaman deteksi dini serta stimulasi perkembangan anak, sehingga layanan Posyandu bisa lebih komprehensif.
Perlahan, Posyandu di arahkan untuk berkembang dari layanan dasar menjadi ruang edukasi keluarga.
Orang tua di harapkan tidak hanya datang untuk menimbang anak, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang cara mendukung perkembangan anak di rumah.



