BATANG, smpantura — Ketua DPRD Kabupaten Batang H. Suudi meminta penanganan kesehatan terhadap ratusan warga yang terdampak dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang menjadi prioritas.
Hal ini setelah banyak korban harus di larikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas guna mendapatkan perawatan. Suudi mengatakan, dalam situasi tersebut keselamatan dan kondisi kesehatan para korban harus menjadi perhatian utama.
”Yang paling penting sekarang adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan dengan baik. Jangan sampai ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan,” ujarnya, Senin (28/9).
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi kesehatan terus memantau kondisi para korban, termasuk mereka yang telah mendapatkan perawatan. Menurutnya, jumlah korban yang mencapai ratusan orang menunjukkan bahwa kejadian tersebut perlu di tangani secara serius dan tidak boleh di anggap sebagai persoalan biasa.
Di sisi lain, Suudi meminta penyebab kejadian segera di telusuri. Pemeriksaan terhadap makanan, bahan baku, proses pengolahan maupun distribusi perlu di lakukan untuk mengetahui sumber persoalan.
”Penyebabnya harus di ketahui secara jelas. Jangan hanya berhenti pada penanganan korban, tetapi harus ada evaluasi supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Suudi berharap, seluruh pihak dapat bekerja sama dalam proses penanganan dan pemeriksaan kasus ini. Informasi mengenai perkembangan kondisi korban dan hasil pemeriksaan juga di harapkan dapat di sampaikan secara terbuka kepada masyarakat.



