TEGAL, smpantura – Aksi demonstrasi di lakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tegal Raya, Jumat (19/2/2026). Mereka berunjukrasa di depan Balai Kota Tegal, untuk mendesak evaluasi kebijakan pemerintah.
Para mahasiswa ini juga melakukan long march dari Balai Kota menuju Jalan Pancasila sebelum kembali melanjutkan orasi.
Sejumlah kebijakan pemerintah yang di minta evaluasi di antaranya terkait stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Koordinator aksi, Abdurrahman Wahid, mengatakan, pemerintah perlu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Selain itu, Abdur meminta program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih di evaluasi secara menyeluruh.
“Harga kebutuhan pokok dan BBM semakin tidak terkendali. Pemerintah wajib melakukan stabilisasi harga,” ujarnya.
Mahasiswa juga mendesak evaluasi penyaluran bantuan subsidi agar tepat sasaran.
Mereka turut menuntut agar TNI dan Polri kembali pada tugas pokok dan fungsi serta menghentikan tindakan represif.
Para pendemo itu kemudian di temui Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda.
Dedy Yon mengaku, memahami tuntutan yang di sampaikan mahasiswa, termasuk terkait program MBG dan kenaikan harga BBM.
Wali kota dua periode ini menyebut bahwa pemerintah membutuhkan masukan dari mahasiswa dalam merumuskan kebijakan.
“Terkait MBG di Kota Tegal jumlahnya masih terbatas, saat ini baru terdapat 31 SPPG dan masih jauh dari target pemerintah,” kata Dedy Yon.
Dedy Yon menambahkan, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kota Tegal baru mencapai sembilan titik karena keterbatasan aset pemerintah daerah.



