Mahasiswa di Pemalang Demo Diwarnai Bakar Ban di Jalan, Ini Tuntutannya

PEMALANG, smpantura – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Pemalang, menggelar demonstrasi di tengah jalanan kota, Minggu (21/6/2026). Dalam aksinya ini, para mahasiswa melakukan bakar ban di tengah jalan hingga mencuri perhatian warga yang melintas.

Selain itu, mereka juga membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintah. Massa aksi diketahui gabungan mahasiswa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Pemalang. Mereka terhimpun dalam Aliansi Pemalang Menggugat.

Mereka yakni, BEM ITB ADIAS, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai beban ekonomi masyarakat semakin berat di tengah masih adanya pemborosan anggaran dan lemahnya penegakan hukum.

Mereka pun menuntut perampingan kabinet dan birokrasi, penghentian pemborosan fasilitas pemerintah, penghentian kunjungan kerja yang di nilai tidak berdampak bagi rakyat.

BACA JUGA :  Pilkada Pemalang Diprediksi Hanya Dua Calon

“Hentikan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.” tegas salah satu perwakilan massa aksi saat membacakan tuntutan Aliansi Pemalang Menggugat.

Koordinator Aksi, Yasir Sultoni mengatakan, unjuk rasa ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang di nilai semakin membebani masyarakat.

Kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan yang di rasakan langsung oleh rakyat.

Lewat aksi unjuk rasa, mahasiswa ingin memberikan peringatan kepada pemerintah agar melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang tidak efektif dan membebani anggaran negara.

“Aksi ini menjadi bentuk keresahan kita dengan situasi Indonesia sekarang. Tentunya kalau pemerintah tidak mendengarkan, kami akan melakukan aksi lanjutan.” katanya.