Brebes  

Musyaffa Soroti Maraknya Kekerasan Seksual, Problem Keluarga Dinilai Jadi Pemicu

BREBES, smpantura –Anggota DPRD Jawa Tengah, Musyaffa menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual dan pergaulan bebas di kalangan pelajar dan santri. Ia menilai permasalah itu tidak bisa di lepaskan dari persoalan yang terjadi di lingkungan keluarga. Bahkan kondisi itu di sebut telah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan bersama dari berbagai pihak.

Hal itu di sampaikan Musyaffa saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Santri dan Pelajar Anti Kekerasan Seksual” di Pendopo Kawedanan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jumat (12/6/2026) lalu.

Kegiatan itu di inisiasi Ketua PC IPNU Brebes M. Ilham Bagus. Di ikuti sekitar 25 lembaga pendidikan, mulai dari madrasah tsanawiyah (MTs) hingga pondok pesantren di Kabupaten Brebes.

“Pergaulan bebas dan kekerasan seksual sudah berada di titik ambang kritis yang mengkhawatirkan. Banyak problem dan banyak hal yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah permasalahan keluarga atau broken home yang terjadi di rumah tangga mereka,” ujar Musyaffa.

BACA JUGA :  Ratusan Warga di Brebes Segel Warung Remang-remang, Dijadikan Tempat Esek-esek

Dia mengatakan, persoalan tersebut tidak bisa di bebankan hanya kepada sekolah ataupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam upaya pencegahan dan pendampingan terhadap anak-anak dan remaja.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik orang tua, komunitas, jamaah, maupun organisasi kemasyarakatan. Karena persoalan ini sudah merambah ke tingkatan sekolah-sekolah menengah,” ungkapnya.

Teknologi

Gus Musyaffa menilai, perkembangan teknologi informasi juga perlu menjadi perhatian bersama. Penggunaan telepon genggam yang tidak di sertai pendampingan dan pengawasan dapat menjadi salah satu pintu masuk berbagai pengaruh negatif terhadap anak.