BATANG, smpantura – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang di proyeksikan mengalami peningkatan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. PAD di targetkan mencapai Rp 450,60 miliar, naik Rp 14,82 miliar atau 3,4% di bandingkan target awal sebesar Rp 435,77 miliar.
Kenaikan PAD tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Batang 2026 yang di sampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Kamis (3/9). Berdasarkan nota keuangan yang di sampaikan, peningkatan PAD terjadi ketika secara keseluruhan target pendapatan daerah justru mengalami penurunan.
”Total pendapatan daerah dalam perubahan APBD 2026 di rencanakan sebesar Rp 1,756 triliun. Turun Rp 64,02 miliar atau 3,52% di bandingkan penetapan awal sebesar Rp 1,820 triliun,” ujarnya.
Penurunan tersebut, kata Faiz, terutama di pengaruhi berkurangnya pendapatan transfer yang dalam perubahan APBD di targetkan sebesar Rp 1,305 triliun. Turun Rp 78,84 miliar atau 5,7% dari target awal Rp 1,384 triliun. Di tengah kondisi tersebut, PAD justru menunjukkan pertumbuhan. Pemerintah Kabupaten Batang menaikkan target PAD dari Rp 435,77 miliar menjadi Rp 450,60 miliar.
”Dengan demikian, terdapat tambahan target PAD sekitar Rp 14,82 miliar di bandingkan APBD awal 2026,” ucapnya.
Porsi
Kenaikan PAD tersebut juga meningkatkan porsi pendapatan yang bersumber dari kemampuan fiskal daerah sendiri. Jika di bandingkan dengan total pendapatan daerah dalam perubahan APBD, PAD menyumbang sekitar 25,66%. Sementara itu, pendapatan transfer masih menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp 1,305 triliun.



