Peringati HKN ke-58, Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Baksos di Desa Rembul

SLAWI, smpantura – Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggelar bakti sosial (baksos) di Balai Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Rabu (9/11).

Berbagai kegiatan diadakan dalam acara tersebut. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan ibu hamil oleh dokter spesialis kandungan, pembagian sembako, pemeriksaan gigi siswa sekolah dasar, donor darah, vaksinasi Covid-19 dan pembagian baju pantas pakai.

Turut dalam kegiatan tersebut insan kesehatan dari berbagai organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Tegal seperti IDI,IBI, PPNI, IAKMI, IAI, PDGI, Persagi dan PATELKI. Hadir dalam kegiatan Forkopincam Bojong, Kabag Kesra Kabupaten-kabupaten Tegal Abdul Basit dan istri dokter yang tergabung dalam IIDI.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dokter Ruszaeni, mengatakan dilaksanakannya baksos salah satunya bertujuan mengentaskan angka stunting di Desa Rembul yang memiliki kasus stunting tertinggi di Kecamatan Bojong.

Tak hanya memberikan 200 bingkisan untuk keluarga stunting berupa telur, susu,sarden dan biskuit, dalam baksos itu juga dilakukan pemeriksaan kandungan dengan menggunakan Ultrasonografi (USG) terhadap ibu hamil.

“Untuk mengurangi angka stunting, kita bisa lihat dari berat janinnya. Kalau dibawah normal atau dibawah standar berpotensi stunting.Kita cegah dini dan masyarakat kita beri tahu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Imbas Covid-19, IKM Logam di Tegal Masih Terpuruk

Dalam kesempatan itu, Ruszaeni juga mengingatkan selain stunting, masyarakat juga waspada terhadap penyakit tuberkulosis (Tbc). Dia mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sementara itu, pemeriksaan gigi pada anak sekolah yang dilakukan di SD Rembul 01diikuti 138 siswa kelas 1 dan 2. Selain pemeriksaan gigi, 14 dokter gigi yang terlibat dalam acara itu juga mengajarkan pada siswa cara menyikat gigi yang benar.

Kepala Desa Rembul MK Efendi menyambut baik bakti sosial yang dilaksanakan di desanya.

Sebagai bentuk dukungan kegiatan tersebut, pemerintah desa menyiapkan 600 paket telur ayam, yang berisi 14 butir telur tiap paketnya, untuk dibagikan kepada masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dengan adanya ini ,semoga segera turun stuntingnya. Selain itu agar masyarakat lebih cerdas dan pintar,” tutur Efendi.

Di tempat yang sama, Camat Bojong Cahyono menyebutkan, salah satu permasalahan di wilayahnya adalah stunting. Ada tiga desa yang cukup tinggi angka stuntingnya, yakni Desa Rembul, Tuwel dan Karangmulya.

“Ini menjadi lokus yang harus diselesaikan. Kegiatan ini bagian dari usaha Dinas Kesehatan agar masalah di Desa Rembul semakin berkurang,” sebutnya. (T04-Red)

Scroll to top
error: