Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat produksi udang vaname di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 26.313 ton. Kabupaten Kebumen menjadi salah satu sentra utama dengan produksi mencapai 1.850 ton.
Sementara itu, ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton dengan nilai Rp178,8 miliar. Angka tersebut menunjukkan sektor budidaya perikanan masih menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor daerah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak udang di Kebumen yang di nilai telah memenuhi standar dunia.
“Tadi saya di beri laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton udang. Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp 70 ribu per kilogram,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan, pemerintah akan terus memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan produktif di sejumlah daerah lain. Seperti Waingapu, Gorontalo, dan Pantai Utara Jawa Barat.
“Yang harus kita dukung adalah proyek-proyek yang produktif, yang menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat,” katanya.
Saat ini, kawasan BUBK Kebumen di sebut telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan masuk dalam salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya. (**)



