SLAWI, smpantura – Bupati dan Wakil Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman-Ahmad Kholid memiliki program unggulan bagi para petani yang gagal panen. Sayangnya, petani belum memanfaatkan secara maksimal program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Padahal, Pemkab Tegal telah mengalokasikan Rp300 juta untuk fasilitasi premi AUTP.
Kepala UPT Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Darmawan Edy mengatakan, program bantuan gagal panen Rp6 juta yang menjadi salah satu prioritas program Bupati Tegal telah direalisasikan dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2026 Rp300 juta. Anggaran itu untuk fasilitasi premi AUTP sebagai bentuk perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat bencana maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
“Program ini, premi sebesar Rp180 ribu per hektare di tanggung penuh oleh pemerintah daerah. Sehingga petani memperoleh perlindungan dengan nilai klaim hingga Rp6 juta per hektare apabila mengalami gagal panen akibat banjir, kekeringan maupun serangan organisme pengganggu tanaman,” terangnya.
Menurutnya, pembiayaan premi AUTP untuk lahan seluas 1.600 hektare. Sayangnya, baru 100 hektare yang mendapatkan polis asuransi AUTP. Hingga kini, sudah ada lahan yang di usulkan mendapatkan klaim asuransi di Kecamatan Suradadi dan Warureja. Di Suradadi ada sekitar 1 hektare lahan padi yang puso dan Warureja sekitar 10 hektare.
Manfaat
Ia menambahkan, manfaat utama program AUTP bukan sekadar memberikan santunan, melainkan menjaga keberlangsungan usaha tani. Dana klaim yang di terima petani dapat di gunakan kembali sebagai modal tanam pada musim berikutnya sehingga aktivitas produksi pangan tetap berjalan.



