TEGAL, smpantura — Masa libur sekolah ternyata membawa dilema tersendiri bagi aktivitas ekonomi di pasar tradisional Kota Tegal. Seiring dengan berhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa liburan, aktivitas penjualan bahan pokok di pasar justru menjadi kurang stabil dan cenderung sepi pembeli.
Kondisi ini di benarkan langsung oleh salah satu pedagang sayur di pasar, Ibu Tanisah. Menurutnya, saat program MBG berjalan, pasokan sayur-mayur dari petani banyak yang langsung di tarik oleh pihak pusat untuk keperluan program tersebut. Namun, begitu sekolah libur dan program MBG jeda, pasokan kembali membanjiri pasar konvensional di saat jumlah pembeli justru menurun drastis.
“Sekarang penjualan jadi kurang stabil karena harga cenderung turun dan jumlah konsumen di pasar juga berkurang. Dulu, saat program MBG berjalan, harga sempat naik karena pasokan di tarik langsung dari petani oleh pusat. Sekarang, saat libur seperti ini, kami justru kehilangan momen keramaian pasar karena daya beli berubah hingga pasar menjadi sepi,” ujar Ibu Tanisah saat di temui di lapaknya.
Melimpahnya pasokan sayuran di pasar yang tidak di imbangi dengan jumlah pembeli menyebabkan harga sejumlah komoditas mengalami penurunan signifikan setelah sebelumnya sempat melonjak.
Harga
Harga pakcoy yang pernah mencapai Rp20.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp8.000 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada buncis yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, kini hanya sekitar Rp10.000 per kilogram. Sementara itu, harga wortel yang sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram turun menjadi Rp14.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada kentang yang sebelumnya mencapai Rp20.000 per kilogram dan kini berada di level Rp17.000 per kilogram. Adapun bawang merah yang sempat melambung hingga Rp60.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.



