Proyek Jembatan Cidadali Senilai Rp 1,471 Miliar Molor

BUMIAYU, smpantura – Penyelesaian proyek pembangunan Jembatan Cidadali di ruas Banjarsari-Cibentang, tepatnya di Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, molor dari target.

Sesuai dengan kontrak, proyek yang menelan anggaran Rp 1,471 miliar ini seharusnya sudah selesai pada 8 September 2022. Namun pantauan pada Senin (26/9) kemarin, pengerjaan proyek tersebut baru memasuki pengecoran lantai jembatan.

Pengawas dari DPU Kabupaten Brebes UPT Bantarkawung, Rujo, mengatakan, proyek Jembatan Cidadali dimulai 12 April 2022 dengan target selesai 8 September 2022. “Iya benar. Penyelesaian proyek ini mengalami keterlambatan dari target kontrak,” katanya.

Menurutnya, CV Cahaya Tiga Dara selaku rekanan telah mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan selama 30 hari. Adapun keterlambatan disebabkan oleh faktor cuaca.

Hujan terus menerus memicu Sungai Cidadali meluap sehingga menyulitkan pembuatan abutment jembatan.”Saat ini pekerjaannya tinggal menyelesaikan pengecoran lantai jembatan, tembok sedada dan lantai injak,” kata Rujo.

BACA JUGA :  Paramitha Temui Langsung MenPAN RB soal Formasi P3K Saat di Korsel

Jembatan Cidadali dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak. Pembangunan jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 5 meter ini akan akan memperlancar mobilitas warga antardesa.

Sekretaris Desa Cibentang, Carsam, ada 1.000 KK yang memanfaatkan jembatan tersebut. Mereka berasal dari Dukuh Cibentang, Ciawi dan Ciasem. Selama proses pembangunan, warga memanfaatkan jembatan kayu (jembatan lama).“Kita berharap penyelesaian tidak molor lagi,” katanya.

Sementara Kepala Tukang CV Cahaya Tiga Dara, Sakam, mengatakan, faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pengerjaan proyek.”Beberapa kali galian abutmen rusak oleh banjir sehingga harus dimulai dari nol lagi,” ujarnya

Faktor lainnya adalah kendala medan yang cukup menyulitkan dalam mobilisasi material. Sakam mengaku optimistis, seluruh pekerjaan akan selesai selama masa perpanjangan waktu.(T06-red)

Scroll to top
error: