SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Pesantren Obah mengirim santri terbaik untuk menempuh pendidikan di China dan Mesir melalui skema beasiswa. Program ini menjadi langkah strategis menyiapkan generasi pesantren yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai sains dan teknologi untuk menjawab tantangan zaman.
Santri dan santriwati di Jawa Tengah didorong untuk semakin percaya diri dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Para santri harus percaya diri, harus menegakkan kepala. Di belakang santri ada kami. Santri ini adalah yang terdepan, Anda adalah garda terdepan untuk membentengi, sebagai cooling system,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memberikan pembekalan kepada 73 santri dan pengasuh pondok pesantren penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Merah Putih, Rabu (12/8/2026).
Pesan tersebut menjadi penegasan arah program Pesantren Obah yang digagas Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Melalui program tersebut, Pemprov Jateng mendorong santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dan profesional yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Pada 2026, Pemprov Jateng mengalokasikan total hibah beasiswa mencapai Rp 8,34 miliar untuk pendidikan S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Penyalurannya dilakukan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP).
Sebanyak 73 penerima beasiswa yang mendapat pembekalan terdiri atas 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri penerima beasiswa dalam negeri, serta 31 pengasuh pondok pesantren penerima beasiswa dalam negeri.



