Sekda Jateng Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan

Padahal, dari sisi produksi, Jawa Tengah di nilai memiliki potensi perikanan yang besar. Produksi ikan budidaya di sebut mendekati 500 ribu ton, sementara hasil tangkapan juga berada di kisaran 500 ribu ton. Di sisi lain, konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah baru sekitar 400 ribu ton.

“Produksi kita sebenarnya bisa memenuhi. Kita konsumsinya baru 400 ribu ton. Banyak yang keluar, karena dari Jawa Tengah banyak yang di ekspor, ada ke Jepang, ada ke Eropa,” katanya.

Bahkan, sejumlah komoditas ikan seperti nila masih banyak yang di pasarkan ke luar daerah atau di ekspor, meskipun di wilayah penghasilnya sendiri belum seluruhnya terserap untuk konsumsi masyarakat.

Karena itu, Sumarno mengatakan Pemprov Jateng akan mendorong berbagai langkah untuk meningkatkan konsumsi ikan. Salah satunya dengan memanfaatkan program pemerintah sebagai pintu masuk perubahan pola konsumsi.

BACA JUGA :  Warga Pidodo Antusias Sambut Layanan Speling dan Bantuan Ekonomi dari Pemprov Jateng

Ia menyebut, konsumsi ikan juga dapat di dorong melalui penyediaan makanan dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Selain itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) di nilai dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas konsumsi ikan di masyarakat.

“Kalau pintunya adalah program pemerintah, itu yang akan kita jalankan lebih dulu. Kalau ke masyarakat kita lebih kepada sosialisasi, mengimbau, terus juga mengubah kebiasaan. Itu bukan sesuatu yang mudah, butuh proses,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Murofiq mengatakan, Perpres Nomor 74 Tahun 2026 mengamanatkan gerakan makan ikan sebagai gerakan nasional yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi.