Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan laut. Karena itu, peningkatan konsumsi ikan di harapkan mampu menjadi sumber protein masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi nelayan.
Ia menyebut konsumsi ikan nasional di targetkan mencapai sekitar 26,83 kilogram per kapita per tahun pada 2029.
“Kami berharap Jawa Tengah segera mengambil langkah yang fundamental dalam rangka meningkatkan tingkat konsumsi ikan di masyarakatnya. Karena tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah tidak termasuk yang besar dalam skala nasional,” ujar Hanif.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menambahkan, implementasi Perpres 74/2026 akan di lakukan secara lintas kementerian dan lembaga hingga tingkat daerah.
Salah satu bentuk implementasinya adalah mengintegrasikan konsumsi ikan dalam program MBG. Menurutnya, ikan dapat menjadi salah satu sumber protein dalam menu MBG yang di berikan kepada masyarakat.
“Sebagai contoh, hasil ikannya nanti akan di ambil oleh MBG. Yang mungkin sebelumnya satu kali seminggu atau satu kali dua minggu, menjadi satu atau dua kali satu minggu,” katanya.
Didit menilai ikan memiliki sejumlah keunggulan sebagai sumber protein, antara lain harga yang relatif lebih terjangkau, kandungan protein yang tinggi, serta ketersediaannya yang luas di Indonesia. (**)



