Siaga Bencana, Pokmas Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal Dilatih Operasikan Alat Berat

BREBES, smpantura – Para anggota kelompok masyarakat (Pokmas) di bawah binaan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal, digembleng pelatihan operator alat berat, kemarin. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat respon tanggap darurat bencana alam infrastruktur, terutama bencana tanah longsor, yang menyebabkan jalan tertutup material.

Sub Koordinator Seksi Jalan dan Jembatan Wilayah 1, Adi Sudaryanto mengatakan, sebanyak 7 orang anggota pokmas dilatih mengoperasikan alat berat. Pelatihan operator alat berat itu diberikan untuk pengoperasian jenis wheel loader dan excavator. Melalui pelatihan itu, para anggota pokmas diharapkan dapat membantu dalam tanggap darurat bencana alam, khususnya bencana alam longsor yang menutup ruas jalan provinsi. “Dari pelatihan ini, kami harapkan pokmas ini bisa membantu mempercepat respon penanganan tanggap darurat infrastruktur jalan provinsi,” ungkapnya, kemarin.

Menurut dia, ruas jalan di wilayah kerjanya masuk dalam daerah rawan bencana. Untuk itu, diperlukan personel yang tanggap dalam penanggulangan bencana. Di sisi lain, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam memberikan respon cepat tanggap bencana. “Keberadaan Pokmas ini, kami gandeng dalam upaya mendukung percepatan penanganan dampak bencana alam di wilayah kami. Mereka kami latih agar bisa mengoperasikan alat berat, sehingga penanganan bisa lebih cepat,” terangnya.

BACA JUGA :  Jelang Akhir Jabatan, Bupati Brebes Rotasi 58 Pejabat

Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk mendukung kecepatan penanganan bencana itu, pihaknya juga menyiagakan alat berat di lokasi rawan selama siaga bencana diterapkan. Sehingga langkah itu sejalan dengan pelatihan operator alat berat bagi Pokmas. Artinya, ketika terjadi bencana longsor yang menutup akses jalan provinsi, Pokmas bisa diterjunkan untuk membersihkan longsoran dengan alat berat, tidak harus menunggu operator alat berat dari kantornya. “Jadi, selama siaga bencana alat berat kami siagakan di lokasi. Sehingga ketika dibutuhkan dalam kondisi darurat, Pokmas yang dilatih bisa mengoperasikan alat berat,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: