SLAWI,smpantura — Sebanyak 22 siswa dari kelas 1 hingga 6 dari SD IT Bina Anak Sholeh Kota Tegal berkunjung Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Kamis (10/9/2026). Kedatangan mereka membuat suasana Markas PMI ini berubah semarak.
Puluhan siswa ini datang untuk belajar tentang nilai-nilai kepalangmerahan, kesehatan, serta kesiapsiagaan bencana. Mereka juga berkesempatan belajar menggunakan perahu karet. Para siswa yang di dampingi 8 guru ini, tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Selama berada di Markas PMI, para siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka di ajak menyelami langsung peran dan fungsi PMI, mendapatkan edukasi seputar donor darah, hingga simulasi langkah keselamatan saat menghadapi gempa bumi. Tak ketinggalan, armada ambulans PMI juga di buka lebar untuk mengenalkan peralatan medis darurat kepada mereka.
Perwakilan guru pendamping, Nafi’ah Dini Citraningrum, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Kabupaten Tegal atas sambutan hangat dan ilmu bermanfaat yang di berikan. Menurutnya, metode pembelajaran langsung di lapangan jauh lebih membekas di ingatan anak-anak.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan belajar langsung di PMI. Ini menjadi modal berharga bagi anak-anak untuk memahami peran kemanusiaan dan empati sejak dini,” ujar Nafi’ah.
Interaktif
Suasana kunjungan berjalan sangat interaktif. Saat sesi pengenalan donor darah, beberapa siswa memberanikan diri untuk mengecek golongan darah mereka secara langsung.
Ketakutan mereka pun langsung cair lewat celetukan polos khas anak-anak.
“Ternyata tidak sakit, lebih sakit di cubit teman!” tutur salah satu siswa.



