BREBES, smpantura – Target pendapatan retribusi Pasar Seng Makmur Bumiayu, Kabupaten Brebes, tahun 2026 mencapai Rp556,89 juta. Namun hingga Juli, realisasinya baru Rp244,80 juta atau 43,95 persen.
Capaian tersebut secara persentase lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pengelola menyebut kondisi itu tidak terlepas dari kenaikan target retribusi yang cukup tinggi pada tahun ini.
Pengelola Pasar Seng Makmur Bumiayu, Dwi Saputro, mengatakan penerimaan setiap bulan sebenarnya masih relatif stabil.
“Target retribusi tahun ini naik cukup tinggi. Jadi secara persentase memang terlihat lebih rendah di bandingkan tahun lalu, meski penerimaan setiap bulan relatif stabil,” ujar Dwi, Sabtu (8/8/2026).
Target retribusi Pasar Seng Makmur tahun ini meningkat sekitar 22,1 persen di bandingkan target 2025 yang sebesar Rp456,12 juta.
ementara dari sisi penerimaan, realisasi selama Januari-Juli 2026 berada pada kisaran Rp32 juta hingga Rp37 juta setiap bulan.
Pada Januari, retribusi yang di himpun mencapai Rp35,18 juta. Februari Rp33,57 juta, Maret Rp32,26 juta, April Rp35,90 juta, Mei Rp34,52 juta, Juni Rp35,78 juta, dan Juli Rp37,56 juta. Realisasi Juli menjadi yang tertinggi selama tujuh bulan pertama tahun ini.
Sebagai pembanding, sepanjang 2025 Pasar Seng Makmur merealisasikan pendapatan retribusi Rp414,49 juta atau 90,87 persen dari target tahunan Rp456,12 juta. Dengan capaian Rp244,80 juta hingga Juli, masih terdapat sekitar Rp312,09 juta yang harus di himpun untuk memenuhi target 2026.
Artinya, dalam lima bulan tersisa, pengelola membutuhkan rata-rata penerimaan sekitar Rp62,42 juta per bulan. Jumlah tersebut lebih tinggi di bandingkan capaian bulanan sepanjang Januari-Juli yang masih berada di kisaran Rp32 juta-Rp37 juta.



