Tawuran Marak, Komisi IV Minta Sekolah Lakukan Pendekatan Persuasif

SLAWI, smpantura – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Muhammad Bintang Adi Prajamukti SH MH meminta kepada sekolah untuk melakukan pendekatan persuasif terhadap para siswa yang kerap tawuran. Pasalnya, aksi brutal itu mengakibatkan satu pelajar meregang nyawa.

“Kami sangat menyayangkan aksi tawuran pelajar. Sejatinya, tawuran pelajar dapat dicegah dengan cara melakukan pendekatan yang intensif,” Kata Bintang yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal itu.

Bintang berharap, pihak sekolah harus bisa membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter unggul untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin berat. Nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan atau pegangan dalam memperkuat nilai moral, etika, dan karakter yang baik. Pendidikan karakter tidak bisa lepas dari proses pembelajaran sehari-hari di sekolah dan peran keluarga, serta lingkungan.

“Di lingkungan keluarga juga sama, harus bisa memberikan pengarahan yang baik kepada anak,” sambung Bintang.

BACA JUGA :  Hari Ini, Jalan Rusak di Mulyoharjo Langsung Diperbaiki

Bintang khawatir, para pelajar di Kabupaten Tegal mengalami krisis moral. Jika terjadi demikian, maka pergaulan pelajar semakin bebas. Tidak hanya tawuran, mereka juga dapat terpengaruh dengan minuman keras (miras) dan tayangan pornografi.

Karena itulah, Bintang menyarankan agar kehidupan pelajar dibuat sibuk oleh aktivitas positif. Sebab pelajar yang tidak punya kesibukan dan tidak banyak beraktivitas dengan teman-teman lainnya ini justru yang berbahaya.

“Para pelajar juga harus bisa mencari teman yang baik. Yang bisa membawa kemajuan dan prestasi. Jangan asal mencari teman yang akhirnya merugikan diri sendiri. Guru dan orang tua harus saling memantau anak-anaknya,” saran Bintang.

Bintang juga mewanti-wanti kepada para pelajar supaya menghindari perilaku membolos. Kebiasaan membolos ini bisa memicu pada timbulnya kasus penyimpangan lainnya seperti seks bebas, mengonsumsi miras hingga tawuran.

“Jangan sekali-kali membolos dari sekolah. Itu bisa memicu aksi tawuran,” tandasnya. (T05-Red)

Scroll to top
error: