Slawi  

Temui Korban Kebakaran dan Rumah Roboh, Bupati Tegal Salurkan Bantuan Senilai Puluhan Juta Rupiah

MENYERAHKAN: Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Ketua Baznas Ahmad Rofiqi, Ketua PMI Iman Sisworo, dan Kepala BPBD Kabupaten Tegal Untung Subagio menyerahkan bantuan kepada Faturohim, warga RT 008 RW 002 Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Senin (3/8/2026).

SLAWI, smpantura – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan jajarannya bergerak cepat membantu dua keluarga yang mengalami musibah rumah terbakar dan roboh.

Bersama jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas Kabupaten Tegal, Bupati Ischak meninjau ke dua lokasi musibah yang berada di wilayah Kecamatan Dukuhturi dan Adiwerna.

Dalam tinjauannya, pada Senin (3/8/2026), Bupati Ischak sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban. Berupa dana rehab rumah, sembako dan perlengkapan yang di butuhkan.

Bantuan pertama di berikan kepada Solihin (43), warga Jalan Syeik Khanan RT 004 RW 003 Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi. Rumah Solihin ludes terbakar pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Musibah tersebut tidak hanya menghanguskan rumah berukuran 4×8 meter beserta isinya. Tetapi juga mengakibatkan adik kandung Solihin, Darmawan (42), meninggal dunia karena terjebak di dalam rumah.

BACA JUGA :  Uniknya Lepas Sambut Kepala SMA 3 Slawi dan SMA 1 Slawi

Kebakaran rumah yang di huni tiga bersaudara, Jumadi (50), Solihin (43), dan Darmawan (42), ini di duga di picu oleh puntung rokok.

Saat kejadian, Solihin sedang shalat Subuh di musala, sedangkan Jumadi sedang tidak di rumah karena sudah beberapa hari membantu hajatan warga.

Bantuan

Kepada Solihin dan Jumadi, Bupati Ischak menyerahkan bantuan uang tunai Rp 20 juta dari Baznas Kabupaten Tegal untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Bantuan RTLH melalui Baznas sebesar Rp 20 juta ini di harapkan dapat meringankan beban warga yang terkena musibah. Kami minta agar di maksimalkan untuk membeli material bangunan. Sedangkan untuk tenaga kerjanya bisa secara swadaya atau gotong royong,” tutur Bupati.