Brebes  

Warga Berebut Tumpeng dan Gunungan di Ratiban Pandansari

BREBES, smpantura – Tradisi Ratiban kembali di gelar masyarakat Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (17/6/2026). Ritual tahunan yang menjadi ungkapan syukur atas rezeki, hasil pertanian, dan keselamatan itu berlangsung semarak di kawasan Telaga Ranjeng.

Warga dari berbagai penjuru desa memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Puncak acara berlangsung saat kepungan atau makan bersama, ketika tumpeng dan gunungan hasil bumi menjadi rebutan warga karena di yakini membawa berkah.

Rangkaian Ratiban di awali dengan kirab dari kantor Desa Pandansari menuju Telaga Ranjeng. Dalam arak-arakan tersebut, warga membawa tumpeng serta aneka hasil bumi yang menjadi ciri khas tradisi Ratiban.

Setibanya di Telaga Ranjeng, peserta mengikuti istigasah dan doa bersama. Masyarakat juga melaksanakan ujud-ujud, tradisi doa dalam budaya Jawa yang di perkenalkan para wali saat penyebaran Islam di Pulau Jawa.

BACA JUGA :  HUT Kabupaten Brebes ke - 345 Tahun, Ini Rangkaian Kegiatannya

Usai doa bersama, warga menggelar kepungan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Tumpeng dan hasil bumi yang telah di doakan kemudian di perebutkan warga yang percaya membawa keberkahan.

Setelah kepungan, rangkaian acara di lanjutkan dengan memberi makan ikan-ikan penghuni Telaga Ranjeng. Tradisi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Ratiban setiap tahunnya.

Tradisi Khas Desa

Ratiban merupakan tradisi khas Desa Pandansari yang di gelar setiap hari Kliwon pada bulan Suro atau Muharam. Tradisi ini semakin di kenal setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada tahun 2025.

Kepala Desa Pandansari, Irwan Susanto, mengatakan Ratiban tahun ini mengusung tema The Ancient Echoes of Pandansari dengan tajuk Ngruwat Tirta, Nguri-uri Budaya Leluhur.