Brebes  

Wayang Kulit hingga Terbang Jawa Meriahkan Grebeg Sura Trah Raden Warjan di Paguyangan Brebes

BREBES, smpantura– Pementasan wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak Grebeg Sura Trah Raden Warjan yang di gelar di nDalem Sastronegaran, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Tradisi tahunan yang di gelar untuk ketiga kalinya itu juga menghadirkan kesenian Terbang Jawa, kirab budaya menuju Sumur Amangkurat, serta ziarah leluhur sebagai upaya melestarikan budaya Jawa.

Grebeg Sura berlangsung selama dua hari, 10-11 Juli 2026. Rangkaian kegiatan di awali pada Jumat (10/7/2026) malam dengan pementasan Terbang Jawa di Pendopo Pakoenegoro, nDalem Sastronegaran. Kesenian yang memadukan syair-syair Jawa dengan iringan rebana itu di pentaskan semalam suntuk sebagai bagian dari tradisi menyambut Bulan Sura.

Hari Kedua

Memasuki hari kedua, Sabtu (11/7/2026), keluarga besar Trah Raden Warjan bersama masyarakat mengikuti ziarah dan tahlil di makam Raden Warjan Paguyangan.

Usai doa bersama, kegiatan di lanjutkan dengan kirab budaya menuju Sumur Amangkurat. Yaitu salah satu situs bersejarah di wilayah Paguyangan yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Sura.

BACA JUGA :  Sungai Cibiuk Meluap Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Puncak acara di gelar pada malam hari melalui pementasan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang KRT Jalu Carito dari Banjarnegara yang membawakan lakon Semar Dadi Ratu. Lakon tersebut mengangkat pesan tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, serta keberpihakan kepada rakyat.

Penyelenggara kegiatan, KRHA Dimas Sastronegoro, mengatakan, Grebeg Sura merupakan agenda tahunan keluarga besar Trah Raden Warjan yang secara konsisten di gelar setiap Bulan Sura sebagai bentuk nguri-uri kabudayan Jawa.

“Terbang Jawa merupakan salah satu kesenian tradisional yang mulai terancam punah. Melalui Grebeg Sura, kami ingin menghadirkan kembali ruang bagi kesenian tersebut agar di kenal generasi muda. Begitu pula wayang kulit yang kini semakin jarang di pentaskan di Paguyangan,” ujarnya.