Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengungkapkan minat warga sebenarnya jauh melampaui kuota yang tersedia.
Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, peminat mudik gratis mencapai 2.356 orang, namun hanya bisa terealisasi sekitar 50 persen.
“Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan.
Karena keterbatasan tersebut, panitia menerapkan sistem seleksi yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Farchan merinci bahwa prioritas diberikan kepada masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu.
“Kami seleksi apakah dia pedagang kaki lima atau bukan, memiliki SKTM atau tidak, apakah dia buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi pilihan utama kami,” jelasnya.
Dari 1.142 pemudik, peserta terbanyak berasal dari Cilacap sejumlah 339 orang, Sukoharjo 150 orang, dan Banjarnegara sejumlah 98 orang.
Asal tahu, tahun 2026 ini Pemprov Jateng kembali mengadakan mudik gratis dengan tema “Mudik Gampang Balik Tenang”. Program mudik gratis untuk perantau asal Jateng di wilayah Bandung Raya sudah telaksana lima kali. Pada 2022, program ini hanya memfasilitasi 3 bus, dan terus meningkat dari tahun ke tahun hingga sekarang dengan peserta 1.142 orang dengan 23 armada bus. (**)


