Slawi  

170 Warga Kabupaten Tegal Terserang Penyakit Cikungunya, Demam dan Nyeri Sendi

SLAWI, smpantura – Sebanyak 170 warga Kabupaten Tegal terserang Penyakit Cikungunya sejak awal tahun 2026 hingga sekarang. Penyakit yang di sebabkan gigitan nyamuk gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus ini, mengalami gejala demam dan nyeri sendi.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, penyakit Cikungunya mulai melanda warga Kabupaten Tegal sejak Juni 2025 dengan jumlah kasus sebanyak 28 orang. Warga yang di landa penyakit Cikungunya akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus di wilayah Puskesmas Penusupan. Penyakit Cikungunya melebar ke wilayah lainnya, seperti Tarub, Kedungbanteng, Kambangan, Jatinegara, Kramat, Lebaksiu dan wilayah Puskesmas lainnya. Hingga penutupan tahun 2025, jumlah kasus penyakit Cikungunya sebanyak 299 orang.

Kondisi merebaknya kasus Cikungunya berlanjut di tahun 2026. Di bulan Januari, jumlah kasus Cikungunya sebanyak 62 orang. Jumlah itu tersebar di wilayah Puskesmas Slawi, Penusupan, Kramat dan Kedungbanteng. Di bulan Februari 2026, kasus Cikungunya mengalami peningkatan menjadi 68 kasus dengan wilayah cakupan merambah ke Margasari dan Kalibakung. Di bulan Maret 2026, penyebaran penyakit Cikungunya berkurang menjadi 40 orang. Namun, jumlah penyebaran merambah ke wilayah Puskesmas Jatibogor.

BACA JUGA :  Universitas Bhamada Slawi Rayakan Dies Natalis Ke-4: Hebat Dalam Aksi, Unggul Dalam Prestasi

“Sejak awal tahun hingga awal April 2026, jumlah kasus Cikungunya sebanyak 170 orang,” kata Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Bagus Johan Maulana saat di minta keterangan, Kamis 2 April 2026.

Johan mengatakan, Chikungunya memang sedang merebak di Kabupaten Tegal. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 16 ledakan kasus Chikungunya dengan total penderita sejumlah lebih dari 260, tersebar di 10 wilayah puskesmas. Jumlah tersebut merupakan kenaikan drastis jika di bandingkan data tahun 2024 yang hanya ada 1 kejadian dengan 21 penderita di 1 wilayah puskesmas.