Slawi  

170 Warga Kabupaten Tegal Terserang Penyakit Cikungunya, Demam dan Nyeri Sendi

Di beberkan, penyebaran penyakit Cikungunya telah di antisipasi penyebarannya dengan rapat koordinasi untuk penanganan penyakit Cikungunya yang mengundang semua puskesmas di Kabupaten Tegal pada November 2025 lalu. Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengundang narasumber Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

“Kami sudah melakukan upaya penyelidikan epidemologi, enyuluhan langsung ke warga dan sosmed, memberikan larvasida, dan fogging,” jelas Bagus Johan Maulana.

Bagus menjelaskan, Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Gejala dari penyakit ini antara lain demam, nyeri sendi terutama pada pergelangan tangan, lutut dan pergelangan kaki, serta kelelahan. Gejala yang lain dapat muncul nyeri otot, sakit kepala, dan munculnya ruam di kulit.
“Chikungunya jarang menimbulkan dampak yang fatal. Meskipun begitu, gejala dapat berlangsung lama berbulan-bulan bahkan berahun-tahun,” ujarnya.

BACA JUGA :  KRT Sugono Dilantik Jadi Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal

Ditambahkan, pada kondisi tertentu penderita penyakit Cikungunya dapat menyebabkan infeksi yang serius terutama pada lansia dan orang dengan penyakit kronis. Pada akhir bulan Desember 2025, kasusnya ada di wilayah Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng.

“Gejala yang sangat khas dari Chikungunya selain demam adalah nyeri sendi. Ini bukan hanya sekedar pegal atau linu, namun nyeri yang sangat terasa pada area sendi,” pungkasnya. (**)