30 Ribu RTLH di Jateng Dibedah Tahun Ini

“Dari sisi demand, bunganya hanya 0,5 persen per bulan. Di bawah Rp100 juta tidak perlu jaminan. Ini program nyata Presiden Prabowo supaya rakyat bisa keluar dari jeratan rentenir,” ucap Maruarar.

Ia juga meminta pelaksanaan program bedah rumah mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku usaha daerah sebagai pemasok material bangunan.

“Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng, usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak,” katanya.

Apresiasi

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan RTLH di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk menekan angka kemiskinan, terutama bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah memberikan bantuan terkait bedah rumah. Ini akan sangat membantu Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, penanganan RTLH harus terus diperkuat agar masyarakat miskin memiliki hunian layak dan tidak kembali terjebak dalam lingkar kemiskinan.

BACA JUGA :  Pertamina & Pemprov Jateng Salurkan 4.500 LPG 3 Kg ke Area Banjir

“Ini penting terutama untuk desil 1, desil 2, desil 3, maupun desil 4, agar mereka tidak kembali miskin. Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, penanganan RTLH bisa semakin cepat,” ujarnya.

Data

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Jawa Tengah, backlog RTLH desil 1-4 di Jateng masih mencapai 1.051.656 unit. Karena itu, percepatan bedah rumah di lakukan melalui kolaborasi berbagai sumber pembiayaan. Mulai APBN, APBD Provinsi, hingga CSR dan Baznas.

Selain 30 ribu unit BSPS dari APBN, Pemprov Jawa Tengah juga menargetkan penanganan 5 ribu RTLH melalui APBD Provinsi pada 2026. Dukungan lain berasal dari CSR dan Baznas sebanyak 1.550 unit, terdiri atas Baznas 750 unit, Djarum 500 unit, dan Bank Jateng 300 unit.