BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat upaya menuju swasembada pangan, sejalan dengan program nasional yang di canangkan Presiden Prabowo Subianto. Namun upaya ini mendapat tantangan, salah satunya adalah ratusan hektare lahan pertanian yang terendam rob.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro mengatakan, pada tahun 2025, produksi padi di Batang di targetkan mencapai 177.319 ton Gabah Kering Giling (GKG). Atau meningkat sekitar 8,5% di bandingkan capaian tahun 2024. Target tersebut di dorong melalui strategi peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta optimalisasi produktivitas lahan pertanian.
”Program Presiden Prabowo Subianto jelas, swasembada pangan, khususnya padi dan jagung. Alhamdulillah progres Kabupaten Batang cukup baik dan sesuai target pemerintah. Baik luas tanam maupun produksinya,” ujarnya, Kamis (8/1).
Meski demikian, upaya peningkatan produksi tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah lahan pertanian yang terdampak rob. Sutadi menyebut, sekitar 406 hektar sawah di Kabupaten Batang terdampak intrusi air laut sehingga menurunkan produktivitas padi.
”Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Pertanian (BRNP) Jawa Tengah dan Bogor serta Bank Indonesia. Kami melakukan uji coba varietas padi Bio Salin 1 dan Bio Salin 2 yang lebih tahan terhadap kondisi lahan payau dan asin,” jelasnya.
Sutadi juga menyebutkan, di lahan terdampak rob, produktivitas yang semula bisa 7 ton per hektar turun menjadi sekitar 3,5 ton. Melalui demplot Bio Salin seluas 1 hektar, pihaknya berharap hasil panen bisa meningkat kembali. Yang rencananya di panen Maret nanti.


