Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program pembagian sembako ini tidak sekadar bantuan sosial, tetapi juga bertujuan membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menginginkan tidak ada jarak antara birokrasi dengan warga, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.
“Kegiatan ini untuk menciptakan social bonding antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Luthfi. Ia juga telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah agar melakukan kegiatan serupa di sekitar kantor masing-masing.
Menurut Ahmad Luthfi, beberapa OPD bahkan telah lebih dulu menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan yang memberikan bantuan kepada supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, penjaga makam, hingga para janda di wilayah Ungaran dan Banyumanik. Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut terasa sangat berarti.
Sunadi, seorang penyapu jalan yang bertugas di kawasan Jalan Dr Sutomo hingga Menteri Supeno, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, senang dan sangat membantu. Bisa buat Lebaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Maryanto, pedagang kerupuk asal Sragen yang sehari-hari berjualan di Kota Semarang. Ia mengatakan paket sembako yang berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya akan dibawa pulang untuk keluarganya.
“Ini sangat bermanfaat. Saya bawa pulang untuk keluarga,” katanya. (**)


