Tegal  

Juru Parkir Tegal Protes Setoran Naik Sepihak

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, saat menerima aduan juru parkir kawasan Alun-alun Kota Tegal.

TEGAL, smpantura – Kenaikan nilai setoran harian parkir yang di tetapkan Dinas Perhubungan Kota Tegal menuai keluhan dari para juru parkir, khususnya di kawasan Alun-alun Kota Tegal.

Para juru parkir menilai kebijakan tersebut terlalu memberatkan dan tidak sesuai dengan kondisi pendapatan di lapangan.

Keluhan itu di sampaikan para juru parkir melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS DPRD Kota Tegal.

Mereka meminta adanya peninjauan ulang terhadap kebijakan setoran parkir yang di nilai naik secara sepihak tanpa melalui sosialisasi terlebih dahulu.

Salah satu juru parkir di kawasan Toko Umi, Muhammad Agus Setiawan, mengaku keberatan dengan kenaikan setoran harian yang terus melonjak dalam waktu singkat.

Keluhan itu di sampaikan saat bertemu dengan perwakilan Fraksi PKS, Kamis 8 Januari 2026.

Menurut Agus, awalnya juru parkir hanya di bebani setoran Rp 13.000 per hari.

BACA JUGA :  Coaching Clinic Jalan Nordik Digelar di Prosida

Namun, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, angka tersebut naik bertahap menjadi Rp 15.000, kemudian melonjak ke Rp 30.000 hingga kini mencapai Rp 50.000 per hari.

“Kenaikannya mendadak, naik begitu saja tanpa ada rembugan dengan kami. Padahal kondisi di lapangan tidak seperti yang di bayangkan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, pendapatan kotor dari aktivitas parkir setiap hari rata-rata hanya berkisar Rp 60.000 hingga Rp 80.000.

Dengan setoran sebesar Rp 50.000, Agus mengaku nyaris tidak membawa pulang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau harus setor segitu besar, ya habis. Buat makan keluarga saja sudah tidak cukup,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tegal, Riandy Sholeh, menyampaikan bahwa penentuan nilai setoran parkir tidak di lakukan secara sembarangan.