Wabup Targetkan Semua Dapur SPPG di Pemalang Dapat Beroperasi pada 2026

PEMALANG, smpantura – Wakil Bupati Pemalang yang juga selaku Ketua Satgas MBG, Nurkholes, menyatakan bahwa tahun ini, Kabupaten Pemalang menargetkan seluruh dapur SPPG yang berjumlah sekitar 140 unit, dapat beroperasi semua. Hal itu di sampaikan Wabup saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Susukan, Kecamatan Comal, Senin (12/1/2026).

“Jadi, lebih cepat dapur ini ada, lebih cepat pula penerima manfaat merasakannya. Target tersebut akan di kejar pada pertengahan tahun 2026 ini. Agar semuanya bisa beroperasi sengga program tersebut bisa berjalan lancar,” ujar Nurkholes.

Ia mengatakan, dapur SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Program MBG di rancang dengan sistem rantai pasok berbasis lokal agar manfaatnya di rasakan langsung oleh masyarakat. Pihaknya menilai program MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak sekolah, tetapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Petani, peternak, dan pedagang ikut bergerak. Selain itu, dapur SPPG (Satuan Penyedia Pangan Gizi) yang tersebar di berbagai kecamatan juga memprioritaskan penggunaan bahan baku dari produk lokal. Dengan begitu, kegiatan ekonomi di tingkat desa menjadi lebih hidup dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Duta GenRe Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting di Pemalang

Salah satu pedagang sayur di Kecamatan Comal mengaku merasakan peningkatan permintaan sejak adanya MBG. Mereka mengaku setiap hari ada pesanan dari dapur SPPG. Sayur dan bahan lain jadi cepat laku, penghasilan juga lebih pasti.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen terus memperluas jangkauan program MBG agar manfaatnya semakin meluas. Tidak hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan pendekatan terpadu ini, program MBG menjadi bukti nyata bahwa kebijakan sosial dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya guna dan berkelanjutan.