PEMALANG, smpantura – Jalan yang menghubungkan antara Desa Semingkir menuju Watukumpul, Kabupaten Pemalang mengalami kerusakan akibat tanah bergerak tepatnya di jembatan Mendelem sehingga di lakukan penutupan. Tanah bergerak di lokasi jembatan sudah terjadi sejak hari Jumat, dan pada hari Sabtu opritnya semakin melebar sehingga membahayakan pengguna jalan. Kendaraan roda dua atau roda empat yang akan menuju ke Kecamatan Watukumpul atau sebaliknya di himbau mencari jalur lain. Sebab jalan Semingkir – Watukumpul tidak aman di lalui.
“Terjadi bergeseran jembatan yang semakin melebar, kondisinya sudah semakin membahayakan untuk pengguna jalan untuk ruas jalan Semingkir – Watukumpul tepatnya di jembatan Mendelem. Kendaraan roda dua (R2) maupun empat (R4) atau lebih di sarankan melalui jalur Belik atau alternatif lain,” ujar Arief Rachman Hakim, Camat Watukumpul, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia mengatakan, info pagi ini, Sabtu 7 Februari 2026 jembatan Mendelem Kecamatan Watukumpul sudah tidak bisa di lalui. Hal itu di sebabkan opritnya semakin menganga, tanah terus bergerak akibat kondisinya jenuh air dan daya dukungnya berkurang. Bahkan berdasarkan masyarakat lokal, jembatan tersebut juga berbahaya di lalui manusia sebab di kabarkan sudah mau roboh. Di perkirakan oprit atau sambungan antara jembatan dan jalan renggang atau mengangga sekitar 50 centimeter sepanjang lebar jalan atau jembatan.
Terjadi tanah gerak di jembatan itu sejak hari jumat, tetapi belum terlalu parah, tetapi terjadi hujan terus menerus dengan intensitas tinggi akhir memperparah pergeseran tanah di lokasi itu. Selain jembatan, jalan di sekitar lokasi juga tanahnya bergerak terlibat dari aspal yang mulai bergelombang. (**)


