Kolaborasi Jateng–Shiga Jepang, Rawa Pening Disiapkan Jadi Pilot Project Green Economy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berfoto bersama Delegasi Prefektur Shiga, Jepang

SEMARANG, smpantura – Pembenahan Danau Rawa Pening kini naik level menjadi agenda strategis kerja sama internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Prefektur Shiga, Jepang, untuk menyiapkan studi awal hingga pelaksanaan pilot project pengelolaan danau berbasis green economy dan energi terbarukan.

Komitmen tersebut terungkap dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Delegasi Prefektur Shiga di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Februari 2026. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut Central Java Investment Business Forum yang di gelar pada 8 Oktober 2025 dalam rangka Osaka Expo.

Sebelum bertemu Gubernur, delegasi Prefektur Shiga lebih dulu meninjau langsung kawasan Rawa Pening dari hulu hingga hilir. Mereka juga menerima paparan menyeluruh mengenai kondisi aktual dan berbagai tantangan pengelolaan danau.

BACA JUGA :  Rizal Bawazier Ragukan Klaim Kontribusi Pajak Pertamina Rp159 Triliun dan Soroti Penutupan Pertashop

Danau Rawa Pening memegang peran penting sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Namun, danau ini menghadapi persoalan serius, mulai dari sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali, hingga pencemaran akibat aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penataan Rawa Pening tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menjadi agenda strategis yang menyangkut ketahanan air, pengembangan energi, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujar Ahmad Luthfi.