TEGAL, smpantura – Banjir akibat luapan Sungai Ketiwon tak hanya merendam permukiman warga di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, tetapi juga menggerus talud sungai hingga mengancam rumah di sekitarnya.
Data sementara mencatat sekitar 1.200 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, 700 KK di RW 9 dan 500 KK di RW 10. Limpasan terjadi setelah debit air meningkat tajam akibat hujan deras di wilayah hulu Kabupaten Tegal sejak Selasa malam 10 Februari 2026.
Air sempat melimpas ke permukiman dan meninggalkan endapan lumpur cukup tebal. Sejak Rabu pagi 11 februari 2026, warga bersama petugas mulai membersihkan rumah masing-masing.
Lurah Panggung, Rokhiman mengatakan, kondisi sempat membuat sejumlah warga di evakuasi ke lokasi aman. Namun, situasi berangsur terkendali dan warga telah kembali ke rumah.
“Air Sungai Ketiwon sempat limpas ke pemukiman. Beberapa warga kami evakuasi sementara. Sejak pagi mereka sudah kembali dan kami mulai menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan dan air bersih,” ujar Rokhiman.
Pemerintah Kota Tegal, mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk membantu percepatan pembersihan lumpur. Personel BPBD juga di siagakan guna mengantisipasi potensi kenaikan debit susulan.
Di sisi lain, derasnya arus sungai menyebabkan talud di bantaran Sungai Ketiwon terkikis. Kondisi ini mendapat perhatian langsung Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono.
Di dampingi Balai PSDA Pemali Comal, DPUPR serta BPBD Kota Tegal, Agus meninjau lokasi dan memastikan langkah penanganan darurat segera di lakukan.
“Layanan primer kita fokuskan dari kelurahan, kecamatan, BPBD dan relawan PMI,” kata Agus Dwi.


