SLAWI, smpantura – Warga Dukuh Pekandangan Desa Rembul Kecamatan Bojong dan Desa Guci Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal bergotong royong membuat jembatan Pancuran 13.
Jembatan di atas aliran Sungai Gung ini di buat dari bambu dan menjadi akses penghubung vital antara dua desa, Rembul dan Guci.
Pembuatan jembatan bambu ini sudah berjalan beberapa hari ini. Jembatan bambu ini di bangun untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan yang putus saat banjir bandang menerjang Pancuran 13 pada Sabtu (24/1/2026) silam.
Ropii (61) salah satu warga Guci menuturkan pembangunan jembatan di lakukan secara swadaya oleh warga Dukuh Pekandangan Desa Rembul dan Desa Guci.
“Pekerjaan pembangunan sudah tiga hari ini melibatkan lima ratusan warga lebih,” tuturnya, Sabtu (14/2).
Ropii menuturkan jembatan bambu yang di bangun sepanjang 30 meter dan lebar 2,5 meter. Dengan adanya jembatan bambu ini, warga tidak harus memutar jalan yang jaraknya sekitar 4 kilometer.
Kepala Desa Rembul Ibnu Efendi membenarkan hal tersebut.
“Betul pembangunan di lakukan swadaya oleh masyarakat. Ada yang menyumbang bambu, makanan, minuman dan tenaga. Semuanya gotong royong untuk membangun jembatan dan tempat pemandian di lokasi Pancuran 13,” terang Ibnu Efendi, Minggu (15/2/2026).
Sementara itu, pasca banjir bandang 24 Januari 2026 lalu, pemandian air panas Pancuran 13 mulai di datangi warga lokal maupun luar daerah. Mereka menikmati air panas yang mengalir dari pipa-pipa bambu.
Untuk menikmati mandi air panas, warga menapaki jalan batu dengan hati- hati.
Pasca banjir bandang, fasilitas yang ada di Pancuran 13 rusak. Kendati demikian, suasana alami pemandian tersebut tetap menjadi magnet masyarakat. (**)


