Brebes  

GMNI Brebes Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan di Konfercab III

BREBES, smpantura – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Brebes menyoroti berbagai ancaman kerusakan lingkungan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III yang di gelar di Pendapa Bumiayu, Minggu 15 Februari 2026.

Forum tertinggi di tingkat cabang ini mengangkat tema “348 Tahun Kabupaten Brebes Berada dalam Persimpangan Pertumbuhan Ekonomi yang Mengancam Krisis Ekologi.”

Konfercab III tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang diskusi strategis. Dengan membahas mengenai isu lingkungan yang berdampak pada ekonomi masyarakat.

Para mahasiswa menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.

Dalam acara ini, hadir sejumlah narasumber yang berbagi pandangan dan rekomendasi, yaitu :

1. Adi Gunawan, S.H., aktivis lingkungan dari Kecamatan Sirampog;

2. Gatot Setia Nugroho, S.T., Kepala Bidang Perencanaan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH);

BACA JUGA :  Waspadai Dua Pasar Tumpah di Brebes, Rawan Macet Saat Arus Mudik Lebaran

3. Rokib, S.Hut., M.P., Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya CDK Wilayah V DLH Provinsi Jawa Tengah.

Pembahasan

Para narasumber menyoroti isu serius bagi Brebes, seperti alih fungsi lahan, pengelolaan sampah, dan kerusakan kawasan hutan. Mereka sepakat bahwa penanganan masalah ini harus di lakukan secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Brebes, Apriyanto Sudarmoko, mewakili Bupati Brebes, memberikan apresiasi atas peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. “Di sinilah peran kader GMNI dan kaum intelektual muda sangat di butuhkan. Dengan gagasan-gagasan kritis, rekomendasi kebijakan yang konstruktif, serta gerakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.