TEGAL, smpantura – Puasa Ramadan tak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesehatan jika di jalani dengan pola makan seimbang. Sejumlah penelitian menyebutkan, pola pembatasan waktu makan seperti puasa dapat membantu perbaikan metabolisme tubuh.
Salah satu manfaat yang paling di rasakan adalah penurunan berat badan. Selama berpuasa, tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Studi yang di publikasikan dalam Journal of Nutrition and Metabolism menyebutkan intermittent fasting, termasuk pola puasa Ramadan, berpotensi membantu pengendalian berat badan dan komposisi lemak tubuh.
Selain itu, puasa juga di kaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian dalam World Journal of Diabetes menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat memperbaiki respons insulin. Baik pada individu sehat maupun sebagian penderita pradiabetes, asalkan asupan nutrisi tetap terkontrol.
Manfaat lain yang di laporkan adalah perbaikan profil lipid, seperti penurunan kolesterol jahat (LDL) dan peningkatan kolesterol baik (HDL), yang berkontribusi pada kesehatan jantung. Beberapa studi di Journal of Fasting and Health juga mencatat adanya penurunan penanda peradangan selama periode puasa.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut sangat bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebihan justru dapat menghilangkan efek positif puasa.
Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan sebelum menjalani puasa sebagai bagian dari program diet. (**)


