Slawi  

UPT BBI Pangkah Diusulkan Buat Tempat Pemancingan

PEMBAHASAN : Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, A Jafar mengikuti pembahasan di ruang Komisi III, Senin (23/2/2026)

SLAWI, smpantura – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Pangkah, Kabupaten Tegal, minta di optimalkan untuk bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). UPT BBI di harapkan tidak hanya menjual benih, tapi juga menjual ikan yang siap konsumsi.

Hal itu di ungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, A Jafar, Senin (23/2/2026). A Jafar mengatakan, UPT BBI selama ini hanya memproduksi bibit ikan, yakni lele dan nila. Namun, bibit ikan yang di jual di Tegal dan sekitarnya itu, hanya mampu menyumbang PAD sekitar Rp11 juta pertahun.

“Sangat kecil, padahal potensinya sangat besar. Harus di lakukan pengembangan tidak hanya sebatas penyediaan bibit,” kata A Jafar.

Pengembangan yang di lakukan, kata nya, di antaranya membuka tempat pemancingan dan memproduksi ikan yang siap jual. Di jelaskan, tempat pemancingan berpotensi mendatangkan pendapatan, karena selalu ramai di kunjungi para pecinta mancing.

BACA JUGA :  KPTR Sumber Manis Gelar Rapat Anggota Tahunan

“Termasuk, jika memproduksi ikan siap konsumsi. Banyak masyarakat yang mencari ikan air tawar,” kata A Jafar.

Lebih lanjut di katakan, jika UPT BBI bisa berkembang pesat, maka statusnya bisa di tingkatkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Hal itu akan memudahkan BBI lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan dan kebijakan, sehingga bisa berkembang lebih maju.

“Tapi, infrastruktur juga harus dibenahi agar menunjang pengembangan BBI,” kata A Jafar.

Di tambahkan, UPT BBI memiliki luas 1,5 hektare dengan bangunan sekitar 1 hektare. Luasan itu telah di bangun enam kolam pembenihan serta sejumlah kolam yang di sewakan kepada pihak ketiga.

“Bisa juga di jadikan tempat wisata edukasi perikanan,” pungkasnya. (**)